SIKAP KRITIS KAUM INJILI TERHADAP KONSEP ALLAH DAN MANUSIA MENURUT PERSPEKTIF KAUM RASIONALISME
Keywords:
kaum injili, konsep Allah, raasionalismeAbstract
Artikel ini membahas sikap kritis kaum Injili terhadap konsep Allah dan manusia dalam perspektif Rasionalisme, suatu aliran filsafat Barat Modern yang menempatkan akal budi manusia sebagai tolok ukur tertinggi kebenaran. Melalui pendekatan historis, filosofis, dan teologis-kritis, tulisan ini menelusuri latar belakang kemunculan Rasionalisme sejak Zaman Renaissance hingga Pencerahan, serta mengkaji pemikiran tokoh-tokoh utamanya seperti René Descartes, Baruch Spinoza, dan Gottfried Wilhelm Leibniz. Analisis difokuskan pada implikasi teologis Rasionalisme yang menundukkan wahyu ilahi di bawah otoritas rasio, khususnya dalam mendefinisikan hakikat Allah dan manusia. Dari perspektif Injili, Rasionalisme dinilai mengalami kegagalan metodologis karena menolak prinsip Sola Scriptura, menghasilkan konsep Allah yang cenderung deistik atau panteistik, serta mengabaikan doktrin Alkitabiah tentang keberdosaan total manusia. Artikel ini menyimpulkan bahwa Rasionalisme tidak dapat diterima sebagai dasar epistemologis dan teologis bagi iman Kristen Injili, sebab akal manusia yang telah tercemar dosa tidak layak menjadi standar kebenaran mutlak. Sebaliknya, akal harus ditundukkan kepada otoritas wahyu Allah dalam Alkitab dan kepada Yesus Kristus sebagai Logos dan kebenaran sejati.


