PERAN RUMAH SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN GEREJA MULA-MULA DALAM KISAH PARA RASUL
Keywords:
Rumah, Gereja, Kisah Para RasulAbstract
Penelitian ini mengkaji peran rumah sebagai pusat pertumbuhan gereja mula-mula berdasarkan Kisah Para Rasul. Gereja awal pada abad pertama sangat bergantung pada pertemuan di rumah-rumah jemaat. Sebagai contoh, Kisah Para Rasul mencatat jemaat “memecahkan roti di rumah masing-masing” (Kis. 2:46), yang menunjukkan gereja pertama berpusat di rumah-rumah. Metode historiografis dan analisis tekstual digunakan untuk meneliti konteks historis dan budaya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis teks, termasuk studi bibliografi dan eksegesis terhadap Kisah Para Rasul dan surat-surat Rasul. Pendekatan ini mengintegrasikan data Alkitab dengan kajian literatur sekunder guna memahami dinamika komunitas awal. Temuan menunjukkan rumah berfungsi sebagai ruang ibadah, pemuridan, serta sumber dukungan sosial-ekonomi bagi jemaat mula-mula. Kebaktian rutin di rumah, seperti di rumah Priska dan Akuila (Rm. 16:5), memperkuat ikatan komunitas dan pembelajaran rohani. Struktur jemaat terdesentralisasi melalui pertemuan di rumah memfasilitasi penyebaran Injil yang lebih luas dan aman di tengah penganiayaan. Kejadian di rumah Maria (Kis. 12:12) dan Lydia (Kis. 16:40) menggambarkan pertumbuhan komunitas Kristen yang ditopang oleh persekutuan rumah tangga.Rumah sebagai pusat persekutuan memberikan kontribusi signifikan pada pertumbuhan gereja mula-mula. Studi ini menggarisbawahi pentingnya komunitas lokal yang intim dan pemuridan intensif dalam sejarah kekristenan awal, serta relevansi model ini untuk strategi gereja kontemporer.


